Panorama karya sastra
Timor-Leste, terutama puisi cukup menarik untuk diamati belakangan ini lewat
media sosial: facebook, dengan bermunculan karya-karya penulis-penulis berbakat, yang lahir pada dekade 1970-an, 1980-an dan 1990-an, dalam bahasa Tetum.
Kehadiran mereka patut
disambut dengan acungan jempol.
Semangat mereka dalam
berkarya ikut pula menyulutkan pula semangat dalam diriku untuk terus berkarya.
Bersama mereka saya ingin
terus belajar.
Bersama mereka, saya ingin
terus menyelami dasar lautan sastra (baca: puisi) yang luas dan dalam ini.
--
Fatuhada, 9 Oktober 2018
@JE/ABS/KM
No comments:
Post a Comment