Tuesday, December 23, 2014
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 118
*) Kepahitan hidup akan melahirkan sebuah karya indah bila hal itu diolah dan ditata lagi dengan rapi dan baik.
CATATAN SEORANG PENGEMBARA 117
*)Memilih menjadi penyair berarti memilih untuk berjalan di tapak-tapak sunyi. Ya, Tuhan semoga saja hambaMu ini senantiasa setia untuk menjalaninya selagi matahari masih terbit di ufuk Timur dan tenggelam di ufuk Barat.
Dili, 23 Desember 2014
Dili, 23 Desember 2014
LIMA PUISI DITERBITKAN DI JURNAL JEJAK, BEKASI, INDONESIA, EDISI NOPEMBER 2014
PUISI-PUISI
KESABERE MARUBI
1.
IBU LAKSANA MATA-AIR, MENGALIR SIANG DAN MALAM *)
ibu laksana mata-air, mengalir siang dan malam
putih jernih, dan indah
luka-luka kita menjadi sembuh oleh airnya yang keramat
ibu ciptakan harmoni, perdamaian, dan ketenangan
ibu ciptakan harmoni, perdamaian, dan ketenangan
kasih ibu tak berkesudahan
kasih ibu, kasih surgawi
kasih ibu, kasih purbawi
ia mengangkat suara suaranya emas suaranya lembut suaranya penuh kasih banyak kali bersenandung di angkasa kebenaran sunyata
ia mengangkat suara suaranya emas suaranya lembut suaranya penuh kasih banyak kali bersenandung di angkasa kebenaran sunyata
--
2006-2014
*)Sebuah
puisi terjemahan dari karya aslinya dalam bahasa Tetum, salah satu bahasa resmi
Timor-Leste berjudul “INAN NU’UDAR BEE-MATAN, SULI LORON, SULI KALAN”.
2. MEMBACA TANDA-TANDA JAMAN
Membaca alam
Membaca manusia
Membaca Tuhan
Seribu satu fenomena
Ada kekuatan tak terbeber
Ada pertalian tak berkesudahan
---
2010-2014
Membaca alam
Membaca manusia
Membaca Tuhan
Seribu satu fenomena
Ada kekuatan tak terbeber
Ada pertalian tak berkesudahan
---
2010-2014
3. KAMI TAK MAU DIAM
Kami tak mau diam, walaupun ada suram
Kami tak mau diam, walaupun ada muram
Kami tak mau diam, walaupun ada kelam
Kami tak mau diam, walaupun kami harus tenggelam
--
2008-2014
Kami tak mau diam, walaupun ada suram
Kami tak mau diam, walaupun ada muram
Kami tak mau diam, walaupun ada kelam
Kami tak mau diam, walaupun kami harus tenggelam
--
2008-2014
4.
SUARA SANG GURU DI BUKIT GOLGOTA
nyaring
melengking
bapa, bapa mengapa engkau tinggalkan aku!
khas, tiada banding
ampunilah mereka, ya bapa! sebab mereka tak
tahu apa yang mereka perbuat!
menyayat, penuh haru
bapa, ke dalam tanganmu, kuserahkan nyawaku!
-- 2011-2014
5. LAUT TAK PERNAH PUDAR
laut
tak pernah pudar, laut tetap ada sepanjang usia kitalah
yang datang silih berganti
bersaksi
di pantai ini
kadang
asli, kadang palsu
--
2007-2014
Saturday, February 8, 2014
PENGANTAR
Blog ini merupakan kelanjutan dari blog lamaku: www.dadolinlorosae.blogspot.com
Semoga di blog ini aku bisa berkarya dan berkarya terus selagi hayat masih dikandung badan.
Salam Sastra!
Dili, Pebruari 2014
ABS
Semoga di blog ini aku bisa berkarya dan berkarya terus selagi hayat masih dikandung badan.
Salam Sastra!
Dili, Pebruari 2014
ABS
Subscribe to:
Posts (Atom)